YDIG NEWS

Kamis, 06 Desember 2018

Aqiqah dan Permasalahannya

ANJURAN DAN KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP JANIN DAN BAYI


Anjuran Dan Kewajiban Orang Tua Terhadap Janin Dan Bayi
1. Menunaikan zakat Fitrah
عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ قَالَ : كَانَ يُعْجِبُهُمْ أَنْ يُعْطُوْا زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِ الصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ حَتَّى عَنِ اْلحَمْلِ فِى بَطْنِ أُمِّهِ. رواه عبد الرزّاق و أحمد و المحلى  ٦ : ۱٣۲
Dari Abi Qilabah berkata : Sudah menjadi perhatian mereka (para sahabat ) mengeluarkan zakat fitri untuk anak kecil, dewasa bahkan yang masih dalam kandungan ibunya.
HR Abdur Rozzaq,dan  Ahmad, dan Al Muhalla 6 : 132
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِصَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَ اْلحُرِّ وَ الذَّكَرِ وَاْلأُنْثىَ وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ.وَلِمُسْلِمٍ : عَلَى كُلِ نَفْسٍ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ. متفق عليه، سبل السلام ٢ : ۱٣۷ مسلم  ۱ : ٤٣٤  رقم ۹۸٤
Dari Ibnu Umar berkata : Rasulullah SAW telah mewajibkan Zakat Fitri satu Sho kurma atau gandum untuk hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, yang kecil dan dewasa dari orang- orang muslim, menurut riwayat Muslim (Zakat Fitri itu ) untuk setiap yang sudah bernyawa dari orang-orang Islam.
HR Bukhori Muslim, Subulus salam 2:137 muslim 1: 434 No 984

2. Mendo’akan anak yang baru lahir

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِ وَهَامَّةٍ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
رواه البخارى : ٦۹۱  إبن حبّان : ۱٧٧  الحاكم ٣ : ۱٣٧ أبو داود ۲ : ٤٢۱ النسائى فى سنن الكبرى ٤  : ٤۱۱ إبن ماجة ٤: ۱۲٥ إبن أبي شيبة فى مصنّفه ٥ : ٤٤٣ إبن راحويه ۱ : ٣٦ أحمد ٤ : ۲٥٣ الطبراني المعجم الأوسط ٤ : ٤٦۷  عن ابن عَباس

Aku berlindung (untuk anak ini ) dengan kalimat-kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syetan,binatang dan dari segala sesuatu yang buruk.
HR. Al Bukhori : 691, Ibnu Hibban : 177, Al Hakim 3 : 137, Abu Dawud 2 : 421, An Nasai Fi Sunanil Kubro 4 :411, Ibnu Majah 4 : 125, Ibnu Abi Syaibah Fi Mushonafihu 5 : 443, Ibnu Rohawaihi  1 : 36, Ahmad  4 : 253, At Thabrani Al Mu’jamul Ausath  4 : 467. dari Ibnu Abbas ra.

3. Aqiqah dengan Kambing Jantan atau Betina

عَنْ أُمِّ كُرْزٍ الكَعْبِيَّةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلعَقِيْقَةِ فَقَالَ نَعَمْ، عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ اْلأُنْثَى وَاحِدَةٌ لاَيَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَوْ إِنَاثًا.
احمد ، الترمذى ٣ : ۱٧٣ رقم ۱٥٢۱ عون المعبود ٥ : ۲٥۹ رقم ۲۸٣۲ نيل الأوطار ٥ : ۲۰۸  رقم ۲۱٣٤ النسانى ۷ : ۱۷٣ - ۱٧٤ رقم  ٤۲۲٣ ابو داود  ٣ : ۱۰٥ رقم ۲۸٣٥
Dari Umi Kurzin Al Ka’biyyah R.A  Sesungguhnya ia bertanya pada Rosulullah SAW tentang Aqiqah, maka  Beliau menjawab Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor, tidak apa-apa bagi kalian dengan kambing jantan atau betina.
H.R Ahmad , At-Tirmidzi 3:174 No 1521, Aunul Ma’bud 5 : 259 No 2832, Nailul Author 5:208 No 2134, An-Nasai 7:173-174 No 4223, Abu Daud 3:105 No 2835

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ الحَسَنِ وَ الحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا وَقَالَ : بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ.
ابو داود ٣  : ۱۷٤  رقم ۲۸٤۱  النسانى ۷ : ۱۷٤ رقم ٤٢٢٥  نيل الأوطار ٥ : ٢۱۱ رقم ۲۱٣۸
Dari Ibnu Abas Sesungguhnya Rasulullah mengaqiqahi Hasan dan Husen dengan kambing, Ibnu Abas berkata dua kambing, dua kambing .
 H.R Abu Daud 3:107 No 2841, An-Nasai 7:174 No 4225, Nailul Author 5:211 No 2138

4. Aqiqah, Mencukur, dan Memberi Nama pada Hari ke tujuh

عَنْ سَمُرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُسَمَّى فِيْهِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ.
رواه الخمسة وصححه الترمذى ٣ : ۱۷۷  رقم ۱٥۲۷  نيل الأوطار ٥ : ۲۰۸ رقم ۲۱٣۲

Dari Samuroh  R.A berkata : Rasulullah SAW bersabda : Setiap anak itu terikat dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh dari kelahirannya, diberi nama dan dicukur rambutnya.
 H.R Al Khomsah (Ahmad , Abu Daud 3:106 No 2838, At Tirmidzi 3: 177 No 1527, An-Nasai 7:175 No 4226, Ibnu Majah 2:250 No 3165 ) disahihkan oleh At-tirmidzi, Nailul Author 5:208 No 2132

5. Boleh Memberi Nama pada Hari pertama Kelahiran

وَقَدْ ثَبَتَ فِي الصَّحِيْحِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَمَّى ابْنَهُ إِبْرَاهِيْمَ لَيْلَةَ وِلاَدَتِهِ .وَثَبَتَ فِي الصَّحِيْحَيْنِ مِنْ حَدِيْثِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمَّى اْلمُنْذِرَ بْنَ أَسْوَدَ ، اَلمُنْذِرَ حِيْنَ وُلِدَ .
‎ عون المعبود ٥  : ٤۰
Telah terdapat hadits shohih dari Nabi SAW Sesungguhnya Nabi memberi nama putranya Ibrohim pada malam pertama kelahirannya. Dan telah terdapat dalam hadits shohihain, Riwayat Sahl Bin Saad bahwa Nabi telah memberi nama Mundzir kepada Mundzir Bin Aswad pada hari ia dilahirkan. Aunul Ma’bud 5:40   

6. Aqiqoh Hukumnya Sunah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَعُقَّ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَيْنِ وَعَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةً.
إبن ماجة ٢ : ٢٤۹ رقم ٣۱٦٣ الترمذى ٣ : ۱٧٣ رقم ۱٥۱۸ أحمد ۹ رقم ۲٤۰۸٣ إبن أبي شيبه فى مصنفه ۸ : ۲٣۹ عبدالرزاق  رقم ۷۹٥٦
Dari Aisyah R.A berkata : Rosululloh SAW memerintahkan pada kami untuk beraqiqoh dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan.
H.R Ibnu Majjah 2 : 249 No. 3163, At-Tirmidzi 3 : 173 No. 1518, Ahmad 9 : 24083, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonafnya 8 : 239, Abdur Rozzaq No. 7956.

عَنْ عَمْرِوبْنِ شُعَيْبٍ...فَقَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ نَسْأَلُكَ عَنْ أَحَدِنَا يُوْلَدُ لَهُ قَالَ مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ اْلجاَرِيَةِ شَاةٌ.
أحمد ، أبوداود ٣ : ۱۰٧ رقم ٢۸٤٢ النسائى ٧ : ۱٧۱ رقم ۱٢۱۸  نيل الأوطار ٥ : ٢۱۱ رقم ۲۱٣٥
Dari Amr bin Syuaib...Mereka ( Para Sahabat ) berkata : Wahai Rosululloh kami bertanya kepadamu tentang sesorang yang melahirkan seorang anak, lalu Nabi bersabda : Siapa saja yang suka diantara kalian untuk menyembelih kambing dari kelahiran anaknya maka lakukanlah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang bagus dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.
H.R Ahmad, Abu Daud 3 : 107 No. 2842, An-Nasai 7 : 171 No. 4218, Nailul Author 5 : 211 No. 2135

7. Wajib Mencukur dan Dianjurkan Untuk Bersodaqoh

عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ لَمَّا وَلَدَتْ فَاطِمَةُ حَسَنًا قَالَتْ أَلاَّ أَعُقَّ عَنِ ابْنِى بِدَمٍ ؟ قَالَ لاَ وَلَكِنْ إِحْلِقِيْ رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِيْ بِوَزْنِ شَعْرِهِ مِنْ فِضَّةٍ عَلَى اْلمَسَاكِيْنَ .
أحمد ۱۰ رقم ۲٧۲٥٣ الفتح الربانى ۱٣ :  ۱٢٦ الترمذى ٣ : ۱٧٥ رقم ۱٥۲٤
Dari Abi Rofi’ berkata : Ketika Fathimah melahirkan Hasan, ia bertanya pada Nabi, Apakah aku harus Aqiqoh untuk anakku? Nabi menjawab tidak, akan tetapi cukurlah rambut kepalanya dan bershodaqohlah degan nilai perak dari berat timbangan rambutnya untuk orang miskin.
H.R Ahmad 10 No. 27253, Al-Fathur Robbani 13 : 126, At-Tirmidzi 3 : 175 No. 1524.

8. Mencukur Seluruh Rambut Kepalanya
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى صَبِيًّا قَدْحُلِقَ بَعْضُ  رَأْسِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ فَنَهَاهُمْ عَنْ ذَالِكَ فَقَالَ إِحْلِقُوْهُ كُلَّهُ أَوِاتْرُكُوْهُ كُلَّهُ . أبوداود عون المعبود ٥ : ۲٤۸
Dari Ibnu Umar : Sesungguhnya Nabi SAW telah melihat seorang anak sudah dicukur sebagian rambut kepalanya dan disisakan sebagian, lalu Nabi melarang mereka dari yang demikian itu, lalu Nabi bersabda : Cukurlah semuanya atau biarkan semuanya.
 H.R Abu Daud, Aunul Ma’bud 5 : 248.   

Amalan-amalan Bid’ah yang dianggap Sunah

1.       Aqiqoh pada hari ke 14 dan 21
Yang mengamalkan Aqiqoh pada hari-hari tersebut berdasarkan riwayat berikut ini :
قَالَ : اَلْعَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ وَلأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَلإِحْدَى وَعِشْرِيْنَ. البيهقي ۹ : ٣۰٣
Aqiqoh itu pada hari ke Tujuh, empat belas, dan ke dua puluh satu.    HR Al Baihaqi 9:303

Hadits ini tidak boleh diamalkan karena dloif ( lemah ) dan bukan ajaran Nabi karena ada seorang rowi yang bernama Ismail Bin Muslim Al Maki yang dilemahkan oleh para Imam ahli Hadits.
Ø  Imam Ahmad berkata : Munkarul Hadits
Ø  Imam Al-Hakim berkata : Imam Bukhori dan Muslim meninggalkan Haditsnya
Ø  Ali Bin Al Madini berkata: Sahabat-sahabat kami sepakat untuk meninggalkan haditsnya
Ø   Ibrahim bin Ya’qub Al-Sa’di berkata : Lemah sekali haditsnya
Ø  Yahya dan Al-Qothon berkata : Dia selalu Mukhtalith ( pikun )
Ø  Ibnu U’yainah berkata : Dia banyak melakukan kesalahan
Ø  Imam Bukhori berkata : Yahaya Ibnu Mahdi dan Ibnu Mubarok meninggalkan dia ( tidak mengambil riwayat haditsnya )
Ø  Ibnu Adi berkata : Hadits-haditsnya tidak shohih.

Lihat : Al-Kamil 1 : 285 No. 120, Tahdzibut Tahdzib 1 : 341-342 No. 524, Mizanul I’tidal 1 ; 241-249 No. 945, Tahdzibul Kamal 3 : 201-204 No. 483, Ibnu Adi 2 : 87, Al-Jarhu Wat-Ta’dil 1 : 198, Taqribut Tahdzib 1 : 54 No. 524

2.       Aqiqoh Sesudah Baligh atau Sudah Tua
عَنْ أنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ النُّبُوَّةِ. البيهقي ۹  : ٣۰۰                 
Dari Anas, bahwa Nabi SAW beraqiqoh untuk dirinya sesudah jadi Nabi.   H.R Al-Baihaqi 9 : 300
Riwayat ini tidak bisa diamalkan karena tidak benar dari Nabi, Hadits tersebut diriwayatkan oleh seorang Rowi bernama : Abdullah bin Muharror dilemahkan oleh para ahli hadits :
Ø  Imam Bukhori, Abu Hatim dan Ibnu Hajar berkata : Munkarul hadits
Ø  Imam An-Nasai, Ad-Daraquthni dan Jama’ah meninggalkan haditsnya
Ø  Imam Ahmad berkata : Orang-orang ( para ahli hadits ) meninggalkan haditsnya.
Lihat : Mizanul I’tidal 2 : 500 No. 4591, Tahdzibut Tahdzib 4 : 462 No. 3666

3.       Mengadzani Bayi
عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  أَذَّنَ فِى أُذُنِ اْلحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ . أحمد، الفتح الربانى ۱٣ : ۱٣٣ أبو داود ٢ : ٦۲۱  الترمذى ٤ : ۸٢ البيهقى ۹ : ٣۰٥
Dari Abi Rofi’, ia berkata : Saya melihat Rasulullah SAW mengazani seperti adzan sholat di telinga Al Hasan Bin Ali ketika Fatimah melahirkannya. HR Ahmad, Al-Fathur robbani 13 : 133, Abu Daud 2 : 621, At-Tirmidzi 4 : 82, Al-Baihaqi 9 : 305.

Sanad ini dlaif karena ada seorang rowi Ashim bin Ubaidillah.
Ø  Abdullah bin Ahmad, Usman Abi Yahya, Ibnu Abi Maryam, Muawiyah bin Sholih dan Abas Ad-Duri berkata : Dia lemah
Ø  Ibrahim bin Ya’qub Al-Juzajani berkata : Dlaiful Hadits.
Ø  Abu Hatim berkata : mudltharibul hadits, tidak ada satu hadits pun yang bisa dijadikan pegangan.
Ø  Ibnu Uyainah dan Ad-Daraquthni melemahkannya karena jelek hafalannya
Ø  Abu Hatim, Abu Zur’ah dan Imam Bukhori berkata : Munkarul Hadits
Ø  Ibnu Hibban berkata : Dia banyak Wahab
Ø  Abu Bakr bin Khuzaimah berkata : Aku tidak menjadikan hujjah karena dia jelek hafalan

Lihat : Al-Jarhu Wat Ta’dil Juz 6 No. 4917, Al-Kamil 2 : 276, Ahwal Rijal No. 237, Tarikhul Kabir Juz 6 No. 281, Tarikhul Shogir No. 281, Al-Ilal 2 : 22, Mizanul I’tidal 2 : 353-354 No. 4055, Taqribut Tahdzib 1 : 267 No. 3148, Tahdzibut Tahdzib 5 : 48-49, Tahdzibul Kamal 13 : 503-504 No. 3014.

4.       Memasak Daging Aqiqoh
عَنْ عَطَاءٍ أَنَّهُ قَالَ فِى اْلعَقِيْقَةِ يُقْطَعُ آرَابًا آرَابًا وَيُطْبَخُ بِمَاءٍ وَمِلْحٍ وَبُهْدِى فِى اْلجِيْرَانِ.
السن الكبرى ۹ : ٣۰۲
Dari Atha, sesungguhnya ia berkata : Untuk Aqiqoh hendaknya dipotong-potong pada setiap persendiannya dan dimasak dengan air dan garam dan dihadiahkan pada tetangga.     As-Sunanul Kubro 9 : 302

Riwayat ini mursal, para ahli hadits menyatakan dlaif riwayat yang mursal dan tidak bisa diamalkan. Ibnu Hazm berkata : Riwayat ini mursal dan tidak boleh dijadikan hujjah/alasan untuk beramal karena mursalnya.

Lihat : Al-Muhalla 7: 529, Fathur Robani 13 : 130.


0 komentar:

Posting Komentar